Informasi Hoax Ramai Beredar di Grup Medsos Kota Banjarbaru, Begini Tanggapan dari Polres Banjarbaru

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU – Beberapa hari belakangan ini di Kota Banjarbaru telah beredar dalam grup-grup whatsapp terkait adanya informasi hoax.

Informasi hoax itu diantaranya menyebutkan bahwa mulai besok akan ada razia yang melibatkan Kepolisian, TNI, Satpol PP dan Dishub. Info hoax lainnya juga menyebutkan, skala kecamatan jika ketahuan tidak menggunakan masker maka akan dikenakan denda berupa menyapu, menyanyikan lagu wajib dan denda minimal 250 ribu, (23/06/2020).

Faktanya,  hingga saat ini pemprov Kalsel maupun Pemko Banjarbaru belum ada mengeluarkan peraturan sebagaimana yang dimaksud dalam isi pesan berantai tersebut.

Kemudian tiga pilar di Kota Banjarbaru hingga tingkat kecamatan ataupun kelurahan saat ini terus melakukan Patroli Pendisiplinan masyarakat terkait protokol kesehatan Covid-19 dengan mengedepankan upaya – upaya persuasif berupa teguran disertai imbauan.

Menanggapi informasi yang beredar tersebut Kapolres Banjarbaru AKBP Doni Hadi Santoso melalui Kasubag Humas Polres Banjarbaru Iptu Tajudin Noor menyatakan isi berita tersebut bohong atau hoax.

Namun, menurutnya, sudah kewajiban kita untuk mengikuti protokol kesehatan Covid-19 guna mencegah Covid-19 sebagaimana yang sudah disampaikan oleh Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah.

“Sebagai pengguna medsos agar selalu berhati – hati dalam membaca informasi, harus di filter terlebih dahulu, dan tidak menyebarkan berita-berita yang belum tentu kebenarannya,” ungkapnya kepada Banjarmasinpost.co.id, (Rabu, 24/06/20).

Ia mengatakan perlu adanya kedewasaan dalam menyaring informasi apalagi yang sifatnya datang dari media sosial dengan sumber media tidak ada kejelasan.

“Pihak polres atau jajaran Polsek di Kota Banjarbaru, tidak pernah mengeluarkan informasi tersebut, oleh karena itu perlu kami klarifikasi agar tidak menjadi simpang siur berita ini di masyarakat atau tidak semakin menyebar luas,” tegasnya.

Ia mengatakan kepada masyarakat hendaknya bijak dalam mengkonsumsi berita, harus betul-betul melalui konfirmasi sebelum dishare.

“Baik pengirim informasi maupun penerima hendaknya di cek kebenarannya agar tidak ada kekeliruan di tengah masyarakat,” imbaunya.

(Banjarmasinpost.co.id/Stan)

Sumber: https://banjarmasin.tribunnews.com/2020/06/24/informasi-hoax-ramai-beredar-di-grup-medsos-kota-banjarbaru-begini-tanggapan-dari-polres-banjarbaru

Leave a comment