Berlaku Senin Nanti, Sanksi Denda Pelanggar Protokol Covid-19 di Banjarbaru Masih Disosialisasikan

BANJARBARU – Kepala Satpol PP Banjarbaru, Marhain Rahman, seperti diberitakan Rabu (15/7) lalu sempat menyatakan, Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 20 Tahun 2020 tanggal 9 Juli 2020 tentang pengenaan sanksi terhadap pelanggaran pelaksanaan protokol kesehatan Covid-19 dalam rangka percepatan penanganan Corona, akan mulai diberlakukan Senin (20/7) ini, setelah fase sosialisasi langsung ke masyarakat yang digelar sejak Rabu (15/7).

Lantas apakah Perwali ini benar-benar akan diterapkan, mengingat pro kontra yang mengikutinya. Khususnya terkait sanksi di Bab III Pasal 4 yang isinya, setiap orang yang tidak melaksanakan wajib menggunakan masker ketika di luar rumah pada tempat umum atau fasilitas umum dapat dikenakan beberapa sanksi. Sanki meliputi administrasi tertulis, pembinaan fisik yang terukur, kerja sosial hingga denda biaya maksimal Rp250.000.

Kemudian Pasal 5 menyebutkan setiap orang yang melakukan kegiatan lebih dari 5 orang di tempat atau fasilitas umum juga akan diberikan sanksi. Sanksinya sama dengan pasal 4.

Informasi terbaru yang didapat Radar Banjarmasin Satpol PP sebagai leading sector yang akan mengawal Perwali ini, sepertinya sanksi denda belum akan diterapkan mulai hari ini.

“Beberapa hari ke depan mungkin masih sosialisasi. Karena memang arahan pimpinan harus digencarkan sosialisasinya dahulu baru penerapan,” ujar Kasat Pol PP Banjarbaru, Marhain Rahman melalui PPNS Seksi Opsdal, Yanto Hidayat.

Lebih lanjut ujar Yanto, selama sosialisasi. Pihaknya masih menemukan pelanggaran protokol kesehatan. Khususnya yang tidak mengenakan masker dan berkerumun.

“Misalnya malam kemarin. Ada sekelompok remaja yang tidak mengenakan masker dan berkerumun. Totalnya ada 6 orang, pas kita sambangi, tiga diantaranya kabur dan tiga lainnya berhasil kita amankan,” ujar Yanto kepada wartawan koran ini, Ahad (19/7).

Ketiga remaja itu akhirnya dimintai keterangan dan diberi pemahaman soal protokol Covid-19. Parahnya, mereka rupanya baru saja usai pesta minuman beralkohol.

“Kita beri sanksi fisik berupa push up sebanyak 20 kali. Lantaran mereka melakukan dua kesalahan, tidak pakai masker dan berkerumun, juga mabuk minuman oplosan,” cerita Yanto.

Sementara itu, Wali Kota Banjarbaru, Nadjmi Adhani dalam cuplikan video di media sosial mencoba mengklarifikasi soal pasal 5 di Perwali yang dianggap kontroversi.

Dijelaskan Nadjmi, Perwali ini tidak membatasi orang berkegiatan. Namun larangan berkerumun akan dikenakan sanksi, apabila ada kesalahan secara berkelompok.

“Apabila ada pelanggaran berkelompok, semuanya tanpa mengenakan masker, ini akan kita terapkan sanksi. Kalau cuman satu orang saja, maka akan kita ingatkan,” klarifikasi Nadjmi.

Kebijakan ini kata Nadjmi agar masyarakat bisa sadar, bahwa ketidaktaatan personal bisa membahayakan kesehatan orang lain ketika berkerumun.

“Tetap boleh melaksanakan kegiatan, tetapi tentu saja dengan protokol Covid-19, pakai masker dan menjaga jarak. Jadi ini yang kita maksud sebenarnya,” pungkasnya. (rvn/bin/ema)

Sumber: https://kalsel.prokal.co/read/news/34209-berlaku-senin-nanti-sanksi-denda-pelanggar-protokol-covid-19-di-banjarbaru-masih-disosialisasikan/12

Leave a comment